SSR vs CSR vs SSG: Perbedaan, Kelebihan, dan Mana yang Terbaik untuk SEO?
SSR vs CSR vs SSG: Perbedaan, Kelebihan, dan Mana yang Terbaik untuk SEO? - Kalau kamu membangun aplikasi modern menggunakan Vue, Nuxt, atau Next.js, pasti pernah mendengar istilah SSR, CSR, dan SSG.
Masalahnya, banyak developer masih bingung: mana yang paling bagus untuk SEO? Mana yang paling cepat? Dan kapan harus pakai masing-masing?
Di artikel ini kita akan bahas secara lengkap dan praktis supaya kamu bisa memilih arsitektur yang tepat untuk project nyata.
1️⃣ Apa Itu CSR (Client Side Rendering)?
CSR adalah metode rendering di mana seluruh HTML dibuat di browser menggunakan JavaScript.
Contoh sederhana CSR:
fetch("/api/posts")
.then(res => res.json())
.then(data => {
document.getElementById("app").innerHTML = data.title
})
Pada CSR, server hanya mengirim file HTML kosong + JavaScript. Konten baru muncul setelah JS dijalankan.
Kelebihan CSR:
- Interaktif
- Cocok untuk dashboard
- Pengalaman SPA halus
Kekurangan CSR:
- SEO kurang optimal
- Loading awal bisa lambat
- Konten tidak langsung terlihat oleh crawler lama
2️⃣ Apa Itu SSR (Server Side Rendering)?
SSR berarti HTML dirender di server sebelum dikirim ke browser.
Contoh SSR di Next.js:
export async function getServerSideProps() {
const res = await fetch("https://api.example.com/posts")
const posts = await res.json()
return { props: { posts } }
}
Dengan SSR, HTML sudah lengkap saat dikirim ke user maupun Google crawler.
Kelebihan SSR:
- SEO sangat baik
- Konten langsung muncul
- Bagus untuk website konten
Kekurangan SSR:
- Server lebih berat
- TTFB bisa lebih tinggi
3️⃣ Apa Itu SSG (Static Site Generation)?
SSG adalah metode di mana HTML dibuat saat build time, bukan saat request.
Contoh di Next.js:
export async function getStaticProps() {
const res = await fetch("https://api.example.com/posts")
const posts = await res.json()
return { props: { posts } }
}
File HTML sudah jadi saat deploy, sehingga sangat cepat.
Kelebihan SSG:
- Sangat cepat
- SEO sangat baik
- Beban server ringan
Kekurangan SSG:
- Tidak cocok untuk data real-time
- Perlu rebuild jika data berubah
📊 Perbandingan Singkat
| Aspek | CSR | SSR | SSG |
|---|---|---|---|
| SEO | Kurang | Sangat Baik | Sangat Baik |
| Kecepatan | Sedang | Cepat | Sangat Cepat |
| Beban Server | Rendah | Tinggi | Rendah |
| Cocok untuk | Dashboard | Blog Dinamis | Landing Page |
🎯 Jadi Mana yang Terbaik untuk SEO?
Jawabannya tergantung kebutuhan:
- Blog atau konten artikel: SSG atau SSR
- Dashboard internal: CSR
- Website marketing: SSG
- Data real-time: SSR
Untuk SEO murni, SSG adalah yang paling ringan dan cepat.
Kesimpulan
CSR, SSR, dan SSG bukan soal mana yang terbaik, tapi mana yang paling sesuai dengan kebutuhan project.
Kalau target kamu adalah ranking di Google dan performa maksimal, gunakan SSR atau SSG.
Pahami kebutuhan aplikasi sebelum memilih arsitektur, karena keputusan ini akan berdampak besar pada performa dan SEO website kamu.
.png)
Post a Comment